Menuju Era Digital: Di Masa Mendatang Bank Akan Menjadi Bank Digital

  • Whatsapp

Seiring berjalannya waktu, teknologi semakin berkembang pesat sehingga memudahkan segala urusan yang ada. Dalam hal tersebut juga berlaku pada industry perbankank di Indonesia yang mana ramai dengan pemberitahuan kemunculan bank digital. Pelopor bank digital ini adalah PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang menjadikan seluruh kegiatan perbankan menjadi Digital Banking.

Read More

Digital Bank adalah seluruh kegiatan perbankan yang dilakukan menggunakan peranti digital seperti fitur mobile banking, SMS banking, dan masih banyak lagi. Layanan bank tersebut dapat digunakan dimanapun dan kapapun melalui smartphone nasabah dengan melakukan pengelolaan akun bank nya. Bank digital dikenal dengan end-to-end platform atau bank digital yang memiliki system dapat dilihat oleh nasabah (front end), dan dapat dilihat oleh banker melali server dan panel control admin (back end) sehingga keduanya terhubungkan satu sama lain (middleware) dalam suatu aplikasi digital.

Definisi Bank Digital Oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Menurut OJK dengan POJK No.12 tahun 2021 pasal 23 – 31, Bank Digital adalah Lembaga Bank Berbadan Hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha utamanya dengan menggunakan saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat (KP) atau hanya menggunakan kantor fisik dengan terbatas.

Fungsi Bank Digital

Bank digital berfungsi sebagai layanan perbankan yang tidak hanya dapat digunakan di kantor-kantor pusat atau cabang, tapi juga merupakan layanan online yang fungsi utamanya sebagai kartu ATM online, dan mesin transaksi.

Syarat Bank Digital

Dilansir melalui laman Fortune Indonesia, Piter Abdullah Redjalam sebagai Ekonom CORE Indonesia ketika diacara Jago Bootcamp yang dilaksanakan di Bali pada Kamis, 28 Oktobe 2021 lalu, setidaknya ada 6 syarat yang harus dimiliki oleh Bank Digital yaitu:

1. Memiliki model bisnis dengan penggunaan teknologi yang inovatif dan aman dalam melayani kebutuhan nasabah.

2. Memiliki kemampuan untuk mengelola model bisnis perbankan digital yang prudent dan berkesinambungan.

3. Memiliki manajemen risiko secara memadai.

4. Memenuhi aspek tata kelola termasuk pemenuhan direksi yang mempunyai kompetensi di bidang teknologi informasi dan kompetensi lain sesuai dengan ketentuan OJK mengenai penilaian kemampuan dan kepatutan bagi pihak utama lembaga jasa keuangan.

5. Menjalankan perlindungan terhadap keamanan data nasabah.

6. Memberikan upaya yang kontributif terhadap pengembangan ekosistem keuangan digital dan/atau inklusi keuangan.

Mengenai hal ini juga, Piter menjelaskan bahwa persaingan bank digital dengan bank konvensional mulai terlihat ketat sebagaimana hadirnya fitur-fitur tambahan yang berbasis serba online. Di tahun 2021 diduga menjadi awal dari persaingan dan mulainya bekerja fitur bank digital ini mengingat semakin banyak bank konvensional juga ikut menambahkan fitur lengkapnya dalam bentuk digital. Diprediksi juga di tahun 2030 mendatang, semua bank mungkin saja sudah menjadi bank digital. Bank digital diperkirakan akan mendominasi segala transaksi keuangan yang ada di penjuru nusantara.

Mengenai hal ini, ternyata Bank digital sudah lebih populer diluar negri. Hal ini disampaikan oleh Poltak Hotrado yaitu Adviso Pengembangan Bisnis Bursa Efek Indonesia, yang dirangkum dari situs Fortune Indonesia: Berita Ekonomi Terbaru, juga mengungkapkan beberapa bank digital di luar negri ini memiliki nasabah terbesar. Beberapa bank digital luar negeri tersebut yaitu: Kakao Bank dari Korea Selatan dengan 13 juta nasabah dan NuBank dari Brasil dengan 30 juta nasabah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *